Gaul adalah bentuk demokrasi mendasar yang digunakan oleh rakyat akar rumput seperti kita. Dalam hal ini, kita sebenarnya secara sadar atau tidak, mengamalkan salah satu prinsip demokrasi, yaitu mencapai suatu konsensus mengenai sesuatu yang disetujui oleh kebanyakan orang di dalam kelompok kita. Sesuatu hanya akan bisa dikatakan sebagai gaul bila lebih banyak orang mengatakan itu gaul, sementara minoritas orang yang tidak setuju akan dianggap beda dan tidak gaul.Karena gaul ditentukan oleh suatu konsensus, itulah mengapa gaul tidak statis dan sungguh dinamis. Pendapat orang berubah2 setiap saat, dan konsensus yang mereka terima ikut berganti dengan dinamika yang konstan, ibaratnya seperti air di sungai yang selalu berganti tetapi tetap ada.Inilah juga mengapa sesuatu yang baru akan mudah untuk dianggap sebagai hal yang gaul.Manusia sungguhlah makhluk yang cepat bosan, dan menginginkan hal baru mengisi hidupnya. Karena itu, oleh bandwagon effect, banyak dari kita yang ingin mengikuti sesuatu yang baru itu, dan karena banyak, mereka dapat menentukan bahwa sesuatu itu gaul.Mungkin ada dari kita yang akan berkata,"Tapi itu hanya bisa menjelaskan mereka2 yang konformis dan kerjanya cuma ngikutin orang2, tanpa punya pendiriannya sendiri.."Orang2 yang menanyakan ini adalah orang yang beda, selalu ingin tampil beda karena mereka ingin tampil istimewa dibandingkan yang lain.Ada 2 jenis orang seperti ini, pertama adalah orang2 yang "kalah" dalam konsensus, sama seperti di pemerintahan demokratis, akan selalu ada pihak minoritas yang menjadi oposisi pihak berkuasa. Mereka membentuk suatu kelompok tersendiri yang memiliki aturan sendiri tentang apa yang gaul itu. Ini juga berarti mereka mengadakan konsensus lagi dalam kelompok mereka.Kedua adalah orang yang ingin tampil beda for the sake for being different.. Mereka menganggap berlaku beda adalah suatu yang gaul. Tapi kenapa mereka bisa menganggap itu gaul? Itu tidak datang dari diri kita sendiri, melainkan karena ada jumlah yang cukup besar untuk berpikiran yang sama. Jadi walaupun mereka menganggap tidak memiliki suatu kelompok, secara tidak sadar mereka telah membentuk suatu kolektif orang-orang istimewa, yang lagi2 memiliki aturan sendiri tentang gaul, entah mereka sadar atau tidak.